Mulai 2016 Setiap Penduduk Wajib Pendidikan Bela Negara - Informasi Guru Madrasah
imadrasah
Hal tersebut diamini oleh salah seorang penerima yang tengah menjalani bela negara di Rindam Jaya di saat ini. Mereka merupakan pegawai BPJS. Salah satunya merupakan Daniel C Tambayong (26).
"Kalau bentak-bentak tiap hari namun bukan murka , tegas aja. Awal terkejut , namun lama-lama adaptasi. Nggak ada dipukulin. Pelatihnya enak-enak ," kisah Daniel di saat dijumpai di baraknya.
Daniel yang sedang beristirahat usai beraktivitas fisik itu mengakui , hukuman memang ada di saat ada yang tidak cocok aturan. Seperti tidak memperhatikan kebersihan dan kerapihan. Tak heran di saat sedang beristirahat pun , para penerima bela negara BPJS ini sambil menjalankan pencucian sepatu.
"Paling pas kena hukuman , eksekusi biasa aja kayak ada disuruh guling-guling , push up , terus jalan jongkok. Pertamanya sih beban ya namun lama-lama asyik juga kok ," tukas lelaki asal Ternate itu.
Pendidikan bela negara yang sudah ia jalani selama 40 hari tersebut menurut Daniel sungguh bermanfaat. Terutama untuk menjadi bekal di saat ia kembali ke kantornya.
"Berguna untuk kerja , disiplin. Karena semua dikontrol dari bangkit hingga mau tidur lagi semua serba diatur. Terus belajar hormat atau respek sama yang melatih atau komandan , itu selaku pelajaran bagaimana kita respek sama atasan ," Daniel mengungkapkan.
Lalu jam berapa penerima bela negara mesti bangkit setiap harinya?
"Jam 04.00 WIB pagi itu apel. Makara jam 03.30 WIB udah siap-siap bangkit semua. Jam apel malam 21.15 WIB , jam 22.00 WIB mesti tidur semua. Ada yang jaga serambi tiap malam di barak , 2 orang tiap sejam sekali jaga temennya tidur , gantian. Tapi nggak kendala , udah biasa jadinya. Makara nambah disiplin dan kekompakan ," pungkas Daniel.
sumber news.detik.com
Program bela negara yang dicanangkan kemhan akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Oktober 2015. Sebanyak 45.000 penerima dari seluruh daerah akan mulai menjalankan pendidikan di tiap-tiap rindam.
"Di sini sekitar 200 orang ya. Nanti dapat di sini dahulu lalu kita bawa ke Gunung Bunder Bogor. Makara lokasinya ada 2 tempat , kan 30 hari ya pelatihannya ," ujar Danrindam Jaya Kolonel Inf Iwan Setiawan di saat berkata-kata dengan detikcom di kantornya , Jl Condet Raya No.55 , Pasar Rebo , Jaktim , Selasa (13/10/2015).
"Di sini sekitar 200 orang ya. Nanti dapat di sini dahulu lalu kita bawa ke Gunung Bunder Bogor. Makara lokasinya ada 2 tempat , kan 30 hari ya pelatihannya ," ujar Danrindam Jaya Kolonel Inf Iwan Setiawan di saat berkata-kata dengan detikcom di kantornya , Jl Condet Raya No.55 , Pasar Rebo , Jaktim , Selasa (13/10/2015).
![]() |
| Pendidikan Bela Negara Via news.detik.com |
Hal tersebut diamini oleh salah seorang penerima yang tengah menjalani bela negara di Rindam Jaya di saat ini. Mereka merupakan pegawai BPJS. Salah satunya merupakan Daniel C Tambayong (26).
"Kalau bentak-bentak tiap hari namun bukan murka , tegas aja. Awal terkejut , namun lama-lama adaptasi. Nggak ada dipukulin. Pelatihnya enak-enak ," kisah Daniel di saat dijumpai di baraknya.
Daniel yang sedang beristirahat usai beraktivitas fisik itu mengakui , hukuman memang ada di saat ada yang tidak cocok aturan. Seperti tidak memperhatikan kebersihan dan kerapihan. Tak heran di saat sedang beristirahat pun , para penerima bela negara BPJS ini sambil menjalankan pencucian sepatu.
"Paling pas kena hukuman , eksekusi biasa aja kayak ada disuruh guling-guling , push up , terus jalan jongkok. Pertamanya sih beban ya namun lama-lama asyik juga kok ," tukas lelaki asal Ternate itu.
Pendidikan bela negara yang sudah ia jalani selama 40 hari tersebut menurut Daniel sungguh bermanfaat. Terutama untuk menjadi bekal di saat ia kembali ke kantornya.
"Berguna untuk kerja , disiplin. Karena semua dikontrol dari bangkit hingga mau tidur lagi semua serba diatur. Terus belajar hormat atau respek sama yang melatih atau komandan , itu selaku pelajaran bagaimana kita respek sama atasan ," Daniel mengungkapkan.
Lalu jam berapa penerima bela negara mesti bangkit setiap harinya?
"Jam 04.00 WIB pagi itu apel. Makara jam 03.30 WIB udah siap-siap bangkit semua. Jam apel malam 21.15 WIB , jam 22.00 WIB mesti tidur semua. Ada yang jaga serambi tiap malam di barak , 2 orang tiap sejam sekali jaga temennya tidur , gantian. Tapi nggak kendala , udah biasa jadinya. Makara nambah disiplin dan kekompakan ," pungkas Daniel.
sumber news.detik.com
Related Posts
